Resmi Dilantik, Pengurus AIPNEMA 2025–2027 Siap Pimpin Transformasi Pendidikan Keperawatan Muhammadiyah



























Kamis, 22 Januari 2026 — Auditorium Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta menjadi saksi sejarah pengukuhan resmi pengurus Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AIPNEMA) periode 2025–2027. Dalam suasana penuh khidmat, puluhan pengurus baru secara resmi dilantik oleh perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, menandai babak baru transformasi pendidikan keperawatan di lingkungan Muhammadiyah.
Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes., Ph.D sebagai tuan rumah kegiatan pelantikan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan. “mumpung ke solo, jangan lupa menikmati kuliner khas solo, kami siap memfasilitasi jika berkenan” ucapnya.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Bendahara Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, PhD, yang bertindak selaku perwakilan resmi Majelis Diktilitbang. Dengan penuh wibawa, beliau melantik dan penandatanganan berita acara pelantikan yang diikuti oleh Ketua AIPNEMA periode 2025-2027.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Hadir para pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (PTMA) wilayah Solo Raya, Dewan Penasihat AIPNEMA, Dewan Pakar AIPNEMA, serta seluruh pengurus AIPNEMA yang baru dilantik. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan dukungan kolektif terhadap perjalanan AIPNEMA ke depan.
Dr. M. Fatkhul Mubin selaku Ketua AIPNEMA menyampaikan komitmennya dalam pengembangan organisasi dan peningkatan kualitas seluruh anggota AIPNEMA. “Mari kita rumuskan kegiatan yang implementatif dan rasional untuk pengembangan keperawatan di AIPNEMA,” tegasnya.
Dalam sambutannya, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memberikan apresiasi kepada AIPNEMA karena telah menjadi organisasi yang aktif dan berdampak. Beliau menekankan pentingnya peran strategis AIPNEMA dalam mengawal mutu pendidikan keperawatan di seluruh institusi anggota, serta menyiapkan lulusan untuk mampu bersaing di tingkat internasional.
dr. H. Joko Murdiyanto sebagai Dewan Penasihat AIPNEMA memberikan arahan tentang persiapan kompetensi mahasiswa keperawatan di tengah perkembangan teknologi digital. Penyiapan lulusan ini sangat penting mengingat perawat merupakan ujung tombak pelayanan keperawatan.
Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Dewan Penasihat AIPNEMA, Dr. Edy Wuryanto menawarkan kesempatan program magang lulusan baru profesi dan vokasi di rumah sakit dalam dan luar negeri dengan pembiayaan Pemerintah. Dr. Edy mendorong seluruh institusi anggota AIPNEMA untuk membentuk lembaga pelatihan kerja untuk menyiapkan lulusan agar siap kerja di luar negeri.
Ketua umum DPP PPNI Dr. Harief Fadilah yang juga Dewan Penasihat AIPNEMA memberikan arahan tentang pengelolaan organisasi. Dalam berorganisasi kemampuan konsolidasi merupakan hal yang harus dikuasai. Konsolidasi dengan stakeholder dan berbagai pihak lain untuk pemanfaatan lulusan PTMA.
Selanjutnya, Prof. Dr. Muhammad Hadi juga menegaskan pentingnya kompetensi lulusan keperawatan. Perawat dengan kompetensi yang mampu berkolaborasi dan bersinergi dengan profesi lain sangat dibutuhkan dalam pelayanan keperawatan. Prof. Hadi juga menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk menghadapi tantangan pendidikan keperawatan di era digital.
Dengan dukungan penuh dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan seluruh stakeholders, AIPNEMA periode 2025–2027 siap melaksanakan transformasi pendidikan keperawatan yang berorientasi pada kualitas, relevansi, dan kontribusi bagi kemanusiaan. Pelantikan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang mewujudkan visi pendidikan keperawatan Muhammadiyah yang unggul dan berdaya saing global.
